Saat ini, mesin las listrik tidak hanya bisa dimiliki oleh bengkel besar maupun industri dengan skala berat. Bahkan, di rumah juga alat ini sudah jadi investasi kerja. Jenis-jenis las mesin dapat digunakan untuk melakukan perbaikan kecil tanpa harus panggil tukang, membuat rak besi, membuat pagar, sampai membuat kanopi.
Namun, kerap kali orang membeli mesin las yang asal murah. Padahal ada berbagai jenis-jenis las mesin dengan fungsi dan jenis yang berbeda. Sehingga, mesin pun akan cepat rusak hingga lebih parah lagi hasil las justru jadi jelek.
Melalui artikel ini, Anda bisa mengetahui jenis mesin las listrik dengan bahasa yang mudah dipahami orang awam. Tak perlu berlama-lama, mari simak penjelasannya di bawah ini!
Jenis-Jenis Mesin Las Listrik untuk Berbagai Kebutuhan
Ada berbagai macam mesin las listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Ada mesin yang hanya cocok untuk proyek rumah, ada pula yang lebih sesuai untuk kebutuhan bengkel. Dengan membaca informasi di bawah ini, Anda akan lebih memahami jenisnya dan menentukan mana yang paling cocok penggunaannya:
1. Mesin Las SMAW (Stick Welding / Las Elektroda)

Salah satu jenis mesin las yang paling banyak ditemui di pasaran adalah SMAW ini. orang-orang kerap menyebutkan dengan “mesin las listrik biasa”. Nah, mesin las listrik mini ini menggunakan sistem kerja elektroda atau kawat las yang akan ikut meleleh ketika proses pengelasan.
Mesin ini paling sering digunakan untuk kebutuhan rumahan karena memiliki kelebihan berupa harganya relatif terjangkau. Bagi pemula yang baru saja belajar, SMAW cocok karena struktur mesinnya cukup sederhana dan mudah dalam perawatan. Namun, mesin ini tetap jadi andalan bengkel karena bisa diajak kerja berat sekalipun.
Namun, SMAW sebagai mesin las untuk pemula vs profesional cukup berbeda. Penggunaan pemula dengan skala rumahan hanya menggunakan arus kecil sampai menengah yang cocok untuk besi yang tipis.
Jadi, sangat tepat diterapkan pada rak, pagar, dan teralis. Sedangkan untuk profesional terutama penggunaan bengkel, arusnya biasanya lebih besar karena dipakai dalam jangka waktu lama untuk konstruksi, rangka, maupun pekerjaan luar ruangan.
Kekurangan mesin SMAW ini adalah hasil las cenderung kasar dan banyak terak. Selain itu, untuk menggunakannya juga butuh latihan tangan dan feeling yang kuat. Pun, kurang cocok untuk pelat yang sangat tipis karena mudah berlubang.
2. Mesin Las Inverter

Sebetulnya, mesin las inverter ini masih tergolong pada kategori SMAW, tetapi dari sisi teknologi, mesin las yang satu ini jauh lebih modern. Apalagi, ukurannya lebih kecil, bobotnya ringan, arusnya stabil, dan konsumsi listriknya lebih hemat.
Inverter sangat cocok untuk pemula karena lebih ramah listrik rumah. Bahkan, daya listrik yang kecil pun masih tetap bisa digunakan tanpa membuat MCB jeglek. Kelebihan mesin ini adalah masih cocok untuk profesional karena inverter bisa membantu terutama pada pekerjaan mobile karena cukup mudah dibawa ke lokasi proyek dan dipindah-pindahkan.
Perbedaan penggunaan rumah dan bengkel ada pada durasi kerjanya. Di rumah, mesin ini biasanya dipakai dalam waktu yang sebentar karena hanya digunakan untuk proyek yang kecil.
Sedangkan di bengkel, inverter kelas profesional juga dapat digunakan selama berjam-jam dengan duty cycle yang tinggi. Namun, tentu saja harganya jauh lebih tinggi ketimbang versi rumahan. Kekurangan mesin ini salah satunya adalah sensitif terhadap kelembaban dan debu.
3. Mesin Las MIG (Metal Inert Gas)

Bagi pemula, MIG ini sebetulnya mudah dipelajari karena tidak perlu sering gonta-ganti elektroda. Namun, tentu saja ada konsekuensi harga yang lebih mahal. Selain itu, konsumsi listriknya juga lebih besar. Maka dari itu, MIG ini kurang sesuai digunakan di rumah. Kenapa bisa membutuhkan konsumsi listrik yang besar?
Sebab, mesin las MIG ini menggunakan kawat las gulungan yang keluar secara otomatis yang ditambah dengan gas pelindung. Meski begitu, hasil lasnya akan jadi lebih rapi dan minim terak. Bahkan, dari sisi estetika, MIG menang telak ketimbang SMAW.
Seperti yang sudah dibahas, bahwa MIG ini lebih cocok untuk penggunaan profesional. Hal ini karena prosesnya jadi lebih cepat dengan hasil yang konsisten. Di bengkel, MIG ini bisa digunakan untuk pengelasan rangka besi tipis, bodi kendaraan, hingga produk custom.
4. Mesin Las TIG (Tungsten Inert Gas)

Masuk ke jenis mesin las yang lebih “berkelas” yakni las TIG. TIG ini memiliki komponen mesin las listrik berupa elektroda tungsten dan gas pelindung. Sehingga, mesin ini bisa menghasilkan sambungan las yang presisi dan sangat bersih. Tentu, TIG ini bukan pilihan mesin las yang realistis untuk pemula. Sebab, kurva belajar cukup curam.
Anda harus mampu melakukan koordinasi tangan, kontrol panas, hingga kesabaran yang diuji. Sehingga, pada penggunaan profesional, TIG ini jadi standar pekerjaan yang presisi serta material khusus.
Jarang sekali digunakan dalam skala rumahan kecuali untuk usaha khusus atau hobi yang sangat serius. Pada bengkel profesional, TIG dipakai pada material aluminium, kitchen hood stainless steel, serta pekerjaan dengan hasil estetis yang tinggi.
Tentu saja tidak ada mesin las yang paling sempurna. Anda hanya perlu menentukan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan. Untuk proyek rumah, tentu mesin las inverter SMAW sangat cukup. Sedangkan untuk bengkel, MIG lebih disarankan.
Nah, jika Anda membutuhkan alternatif lain ketimbang mengandalkan pekerjaan mandiri yang belum tentu rapi, terutama bagi pemula, sebaiknya gunakan jasa las dari Lasjogja.com. Untuk Anda yang berdomisili di area Jogja dan sekitarnya, bengkel Las Jogja siap mewujudkan kebutuhan las mulai dari pembuatan kanopi, pagar, sampai railing.
Segera konsultasikan kebutuhan Anda dengan cara klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!
