Ingin Buka Usaha Bengkel Las Mandiri? Cek Langkahnya

Spesialis Tukang Las Stainless, Besi, Alumunium Siap Membantu Anda!

Area layanan Jogja, Klaten, Purworejo, Solo dan sekitarnya. Hubungi kami sekarang agar kami bisa membantu Anda dengan cepat & tepat.

Call / WA: 0815-4840-5422

Membuka usaha bengkel las bisa menjadi pilihan solusi bisnis apalagi dikondisi pandemi yang sejak dua tahun ini belum terlihat tanda-tanda berakhirnya. Jika melihat pangsa pasar rumah-rumah pribadi, maka kita bisa melihat kebutuhan konsumen untuk mempercantik rumah mereka. Apalagi masih seringnya segala aktivitas dilakukan di dalam rumah. Potensi pasar tersebut diantaranya untuk pembuatan kanopi, tralis, pagar rumah dan lain-lain.

Ilustrasi usaha bengkel las rumahan (sumber: weldguru.com)

Pada kesempatan artikel singkat ini penulis akan mencoba mengulik langkah dan persiapan yang harus dilakukan untuk memulai usaha bengkel las mandiri. Harapannya artikel singkat ini mampu menjadi referensi dan inspirasi sehingga menjadi kebaikan bagi sobat Lasjogja.com dan insyaAllah menjadi amal jariyyah bagi penulis dalam meninggalkan jejak kebaikan dan inspiratif bagi orang lain.

Sebelum lanjut ke isi artikel, penulis terus berupaya mengingatkan kepada semua pengusaha untuk memegang prinsip bahwa bisnis tidak hanya tentang untuk dan rugi, lebih dari itu bisnis adalah terkait surga dan neraka kita. Maka dari itu penting untuk terus mengkaji islam sehingga bisnis dan hidup kita sejalan dengan syari’at Allah.

Baik, kita lanjutkan ke artikel kita. Berikut hal-hal yang perlu difahami, dan disiapkan bagi sobat yang ingin membuka usaha las mandiri.

Menguatkan Niat Membuka Usaha

Dalam melakukan usaha atau bisnis semisal bengkel las ini, seringkali kita mendengar istilah menyiapkan mental yang kuat. Nah dalam upaya untuk menyiapkan mental ini ternyata tidak terlepas dari upaya untuk meperbaiki dan menguatkan niat usaha kita. Sebagai muslim tentu niat dalam segala aktifitas adalah karena Allah dan dilihat sebagai aktivitas ibadah. Konsep ibadah harusnyalah dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam persiapan dan proses.

Dengan mindset usaha atau bisnis sebagai ibadah, maka ketika memulai akan mempertimbangkan aturan-aturan islam dalam hal sumber modal, hubungan antar relasi bisnis serta jenis barang yang diproduksi. Ketika memulai dengan suatu yang tidak baik, semisal modal bersumber dari pinjaman yang ribawi maka sungguh awal yang buruk tidak akan mengantarkan pencapaian yang baik dalam proses dan hasil.

Perlu diingat bahwa awal yang baik pasti akan mengantarkan kepada kebaikan dan tentunya keberkahan. Selain itu pula, dalam hal proses dan hasil sebagai seorang muslim penting untuk memahami konsep rizki, bahwa rizki adalah kepastian. Sebagaimana digambarkan oleh Al-Qur’an bahwa rizki akan diperoleh oleh si hamba sebagaimana ia berbicara dengan mulutnya sendiri.

Jadi tidak mungkin orang mengambil rizki kita. Hal ini akan memunculkan sifat optimis untuk terus bekerja, memaksimalkan ihtiar sampai tibanya rizki yang telah dijanjikan. Dan tentunya sungai yang deras adalah sungai yang memiliki cabang yang banyak dihilirnya. Semakin kita berbagi, menjadi jalan Allah memberi rizki kepada hamba-Nya yang lain maka tentunya Allah akan semakin menambah keberkahan atas rizki kita.

Menyiapkan Alat dan Kelengkapan yang Dibutuhkan

Alat dan kelengkapan pokok yang dibutuhkan saat memulai usaha bengkel las. Alat dan kelengkapan ini terdiri dari alat operasional dan alat-alat keselamatan. Berikut penjelasan nama alat dan fungsinya dalam usaha bengkel las.

Ilustrasi kebutuhan alat dan perlengkapan bengkel las rumahan
Ilustrasi kebutuhan alat dan perlengkapan bengkel las rumahan (sumber: youtube.crafted workshop)
  1. Mesin Travo Las Listrik
    Mesin travo las sering disebut dengan istilah mesin inverter. Mesin inverter ini berfungsi mengubah energi listrik dari sumber tegangan menjadi energi panas yang digunakan untuk mencairkan elektroda sehingga menyatu dengan material dasar sehingga membentuk logam lasan atau weld metal.
  2. Mesin Potong Besi
    Dengan menggunakan mesin potong besi maka pengerjaan pemotongan akan menjadi lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. Selain itu sudut pemotongan bisa disesuiakan dengan kebutuhan.
  3. Mesin Gerinda Tangan
    Berfungsi untuk menghaluskan permukaan sisa pengelasan sehingga tampak halus dan mengurangi sudut atau permukaan yang tajam.
  4. Mesin Bor
    Digunakan untuk membuat lubang sambungan pada bidang kerja baik berupa lubang rivet, baut mur dan untuk tujuan lainnya. Terdapat dua jenis pilihan untuk mesin bor ini yaitu, mesin bor tangan yang bisa digunakan secara mobile atau mesin bor duduk yang digunakan untuk bidang kerja yang lebih tebal.
  5. Mesin Kompressor
    Mesin kompressor bisa juga digunakan sebagai tenaga penggerak jika menggunakan mesin bor dan mesin gerinda jenis pneumatic. Mesin kompressor yang dilengkapi dengan spray gun bisa sangat bermanfaat dalam proses finishing dari produk yang dibuat yakni saat pengecatan.
  6. Mesin Genset
    Untuk sebagian daerah seperti perkotaan mesin genset sepertinya sekedar menjadi opsional, berbeda dengan daerah yang sering terjadi pemadaman listrik bergilir. Tentunya tersedianya genset sebagai power backup sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan yang membutuhkan kontinuitas.
  7. Alat Bantu Ukur
    Tidak kalah penting alat alat yang kecil berikut dibutuhkan seperti, meteran, waterpas, meteran siku, penitik drip, benang, kapur besi dan spidol.
  8. Alat Bantu Pengecatan
    Alat bantu dalam proses pengecatan seperti, sikat kawat, amplas, kuas dan kain lap.

Terkait keselamatan dan keamanan kerja tentu menjadi hal yang harus diperhatikan. Sehingga dalam memulai usaha bengkel las diperlukan adanya alat keselamatan kerja. Bisa dibayangkan jika Anda terus bekerja tanpa alat keselamatan, kemudian dalam sebulan bekerja mata atau bagian tubuh yang lain buta atau cidera yang berakibat pada terhentinya usaha, tentu hal ini tidak kita inginkan. Adapun beberapa alat-alat keselamatan yang anda butuhkan adalah sebagai berikut.

Ilustrasi alat keselamatan kerja bagi bengkel las
Ilustrasi alat keselamatan kerja bagi bengkel las (sumber: alami stock photo)
  1. Pelindung Muka
    Pelindung muka berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari pancaran sinar las dan percikan bunga api. Dengan kaca yang berwarna gelap dan hanya bisa ditembus oleh sinar las sehingga bisa melihat objek kerja saat melakukan pengelasan.
  2. Sarung Tangan Kerja (Gloves)
    Untuk melindungi operator las dari listrik dan panas elektroda dibutukan sarung tangan kerja. Dengan sifat sebagai isolator yang mampu menahan panas dan tidak menghantarkan listrik
  3. Masker
    Untuk melindungi dari timbal karbon sisa hasil pengelasan dan mencegah agar kontaminan berupa partikel-partikel kecil diruang kerja tidak terhirup langsung ke tenggorokan yang tentunya dalam jangka panjang akan berpengaruh kepada kesehatan.
  4. Pakaian Las
    Digunakan untuk melindungi tubuh dari percikan bunga api. Bersifat isolator dan lentur sehingga tidak membatasi gerak dalam proses kerja.
  5. Sepatu Safety
    Digunakan untuk melindungi area kaki dari hantaman atau gencetan benda keras ataupun benda panas. Selain itu dengan alas yang bersifat sebagai isolator listrik mampu mencegah aliran listrik menuju badan.

Menyiapkan Brand Usaha dan Menetukan Jenis Produk

Hampir semua produk yang ada jika kita perhatikan harga dari produk akan meningkat jika sudah dilengkapi dengan brand. Bahkan harganya bisa jauh berbeda jika dibandingkan dengan produk tanpa brand meskipun dengan kualitas yang sama. Hal ini juga terjadi pada berbagai produk maupun jasa dari bengkel las. Selain itu brand juga menjadi identitas seperti nama pada seseorang yang dengannya usaha kita akan dikenal oleh orang lain dengan brand yang kita miliki.

Ilustrasi pentingnya branding sebagai identitas usaha
Ilustrasi pentingnya branding sebagai identitas usaha (sumber: virteom)

Dalam menentukan brand bisa menggunakan nama pribadi diikuti dengan produk atau jasa yang kita tawarakan semisal Jasa Las Abdullah atau Bengkel Las Jogja atau brand yang semisal. Selain itu dengan adanya logo yang unik dan komunikatif akan menambah kesan kualitas produk yang kita tawarkan.

Adapun terkait menentukan jenis produk bisa berupa produk-produk pasaran yang memang dibutuhkan pasar seperti, traslis jendela, kanopi, pintu besi, pintu pagar atau gerbang, keranda besi, railing tangga atau balkon, dan lain-lain. Bisa juga memilih produk teknologi sederhana, seperti alat kupas kelapa, alat kupas durian, dan berbagai alat bantu sederhana untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga. Selain itu juga bisa menjadi produsen produk-produk seni yang berbasis bahan yang mampu dilas semisal, aneka perlengkapan dekorasi rumah maupun kantor yang bernuansa seni.

Pemasaran Produk atau Jasa

Adapun tips terakhir untuk memulai usaha bengkel las yaitu terkait pemasaran produk bisa dilakukan baik secara online dan offline. Secara online bisa mengambil prinsip dari buku Dewa Eka Prayoga yakni “Sharing-sharing dahulu, Selling-Selling kemudian”.

Prinsip pengenalan dan pemasaran produk
Prinsip pengenalan dan pemasaran produk (sumber: pbs.twimg.com)

Hal ini bisa diterapkan semisal dengan membuat channel Youtube yang berisi tutorial yang bermanfaat yang kemudian diahiri dengan call to action (CTA) semisal membeli produk atau jasa yang anda tawarkan. Hal ini bisa dilakukan juga dengan membuat website atau blog dengan artikel-artikel terkait yang bermanfaat bagi pembacanya.

Demikian tips singkat bagaimana langkah membangun usaha bengkel las yang penulis rangkum dari beberapa sumber. Semoga mampu memberi inspurasi dan manfaat bagi sobat las jogja. Sampai bertemu di artikel menarik berikutnya.

Leave a Comment

Dokumentasi Proyek Pilihan