Bagi pecinta otomotif atau orang yang berkecimpung di dalamnya, sasis tentu sudah tidak asing lagi. Sasis mobil adalah rangka utama yang memiliki fungsi krusial untuk menopang bodi, mesin, transmisi, serta seluruh penumpang.
Selain itu, sasis berfungsi mempertahankan bentuk kendaraan agar tetap kaku (rigid) dan tidak mengalami deformasi saat melaju. Banyak orang penasaran sasis mobil terbuat dari apa? Rangka ini umumnya dirancang dari material baja berkekuatan tinggi, besi campuran, hingga aluminium.
Sebelum melakukan modifikasi atau las sasis mobil, Anda harus mengenali karakteristik rangkanya terlebih dahulu. Di Indonesia sendiri, salah satu jenis yang paling banyak ditemui adalah jenis sasis monokok atau monocoque chassis.
Sasis monokok adalah konstruksi di mana bodi mobil menyatu langsung dengan kerangkanya. Model ini didesain khusus guna menyerap benturan keras, terutama pada bagian depan saat terjadi kecelakaan.
Kesalahan Saat Mengelas Sasis Mobil

Sebelum mengelas sasis mobil, pastikan Anda bekerja layaknya tukang las yang profesional. Kenakan alat pelindung diri lengkap, mulai dari seragam las, sarung tangan, hingga topeng pelindung.
Sasis kendaraan dirancang dengan perhitungan keamanan yang sangat presisi. Makanya, pada sasis terdapat celah, lubang, dan lipatan struktural yang berfungsi meredam energi tubrukan agar tidak mencederai penumpang di dalam kabin.
Sayangnya, ketika rangka mobil rusak dan dibawa ke bengkel, banyak teknisi yang memperbaiki sasis menggunakan teknik pemanasan langsung secara berlebihan. Cara pemanasan api las seperti ini sangat membahayakan kekuatan struktur logam.
Pemanasan berlebih dapat merusak susunan molekul serta mengurangi kekuatan dan elastisitas baja hingga empat puluh persen. Apabila sasis bengkok parah atau retak, sebaiknya pertimbangkan penggantian komponen baru agar faktor keselamatan dan kesehatan berkendara tetap terjaga.
Mengenal Ragam Jenis Sasis Mobil
Selain tipe monokok, ada beragam jenis sasis mobil lain yang digunakan di industri otomotif. Karakteristik masing-masing sasis menentukan tingkat kekuatan, beban maksimal, hingga kenyamanan mobil saat dikendarai.
1. Ladder Frame Chassis

Sasis ladder frame merupakan jenis sasis tertua dalam dunia otomotif yang menyerupai tangga. Sasis ini sangat ideal untuk kendaraan berbobot berat seperti bus, truk muatan, dan kendaraan niaga lainnya.
Rangka ladder frame menggunakan balok baja simetris yang diperkuat dengan crossmembers melintang. Konstruksinya yang kokoh membuat sasis ini mampu menahan beban angkut yang sangat berat di berbagai medan.
Baca juga: Manfaat Body Armor pada Mobil Offroad
Keuntungan pengerjaan las mobil dengan sasis jenis ini adalah kemudahan proses modifikasi serta perbaikannya. Namun, bobot materialnya tergolong berat sehingga kurang optimal dalam efisiensi konsumsi bahan bakar.
Contoh kendaraan yang mengusung rangka ladder frame antara lain truk Isuzu, Mitsubishi Canter, serta SUV tangguh seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.
2. Sasis Monokok
Jenis sasis mobil monokok pertama kali disematkan pada Lancia Lambda tahun 1923. Seiring kemajuan teknologi, sasis ini berevolusi menjadi kesatuan utuh dengan bodi utama kendaraan.
Sasis monokok sangat populer karena bobotnya yang ringan dan efisiensi produksinya yang tinggi. Ketika mobil melintasi jalan bergelombang, gaya redam langsung tersebar ke seluruh permukaan bodi mobil secara stabil.
Kekurangan dari sasis monokok adalah proses restorasinya yang cukup menantang. Apabila sasis mengalami benturan parah, proses pelurusan dan pengelasan memerlukan keahlian mekanik tingkat tinggi agar kembali presisi.
3. Tubular Space Frame Chassis

Tubular space frame adalah tipe rangka yang menggunakan kombinasi pipa baja yang disambung secara terencana. Pipa-pipa tersebut dirangkai membentuk kerangka pelindung yang menyelubungi seluruh komponen mobil.
Rangka jenis ini sangat sering ditemukan pada mobil balap profesional. Struktur pipa segitiga yang saling mengikat memberikan kekakuan tinggi dan perlindungan maksimal saat melaju dalam kecepatan ekstrem.
Keunggulan utamanya adalah kemudahan modifikasi penempatan mesin dan suspensi. Meski begitu, proses penyambungan lasnya membutuhkan presisi tinggi karena kesalahan sudut sambungan dapat mempengaruhi keseimbangan sasis.
4. Aluminium Space Frame Chassis
Sasis aluminium space frame pertama kali diperkenalkan oleh pabrikan Audi bersama perusahaan Alcoa. Inovasi ini dirancang guna menghasilkan kendaraan yang jauh lebih ringan namun tetap kokoh.
Keunggulan sasis ini terletak pada bobotnya yang empat puluh persen lebih enteng dari monokok baja. Karakteristik materialnya juga memiliki sifat rigid yang tahan terhadap serangan korosi dalam jangka panjang.
Perbandingan material ini serupa dengan pertimbangan memilih pagar aluminium vs besi yang mengutamakan ketahanan karat. Di industri transportasi, mobil seperti Toyota Hiace untuk kebutuhan sewa hiace Jogja juga mengandalkan material rangka modern yang tangguh dan nyaman.
Untuk menjaga kondisi bodi dan sasis mobil tetap awet dari paparan hujan, area parkir rumah dapat dipasangi kanopi aluminium buka tutup atau model modern seperti kanopi tanpa tiang.
Bila Anda membutuhkan perbaikan struktural rangka, pilihlah bengkel las sasis mobil terdekat yang memiliki peralatan memadai. Penanganan dari teknisi ahli akan memastikan kualitas sambungan las sasis mobil terdekat tetap presisi dan aman digunakan di jalan raya.
LasJogja.com siap mendampingi kebutuhan perbaikan logam dan konstruksi Anda dengan standar terbaik. Mulai dari pemasangan kanopi, pembuatan pagar, instalasi mezzanine, hingga pengerjaan khusus pengelasan logam kendaraan secara profesional.
