Salah satu masalah klasik rumah yang ada di area perkotaan adalah ruangan yang terbatas. Terlebih, saat ini harga lahan semakin mahal sehingga salah satu solusinya adalah renovasi vertikal dengan mezzanine baja ringan. Mezzanine tidak hanya relevan, tetapi juga jadi solusi yang rasional dari segi biaya dan fungsi.
Awalnya, penulis skeptis dengan konsep mezzanine. Penulis menganggapnya hanya gaya-gayaan supaya interior terlihat industrial. Namun, setelah melihat penerapannya secara langsung pada beberapa rumah, perspektif penulis jadi berubah. Mezzanine tidak hanya tentang estetika, melainkan tentang bagaimana memaksimalkan volume ruangan dengan cerdas.
Saat ini, material yang paling sering digunakan sebagai mezzanine adalah baja ringan. Hal ini dikarenakan material ini lebih terjangkau, fleksibel, dan bobotnya tidak terlalu berat.
Mengenal Konsep Mezzanine

Mezzanine merupakan lantai tambahan di suatu ruangan yang tidak menutup keseluruhan area bawah. Posisi mezzanine biasanya berada antara lantai utama dengan plafon. Jika dibedakan dengan lantai dua biasa, maka mezzanine tidak full coverage, lebih fleksibel, dan lebih terbuka.
Mezzanine memiliki fungsi yang beragam, bisa sebagai kamar tidur tambahan, ruang kerja, gudang, area santai, hingga kafe kecil di atas toko. Mezzanine memungkinkan Anda menambah ruang tanpa menambahkan bangunan.
Alasan Pemilihan Baja Ringan sebagai Mezzanine

Di masa lalu, mezzanine identik dengan beton maupun baja konvensional. Namun, saat ini tren sudah bergeser dengan penggunaan baja ringan sebagai material mezzanine. Alasannya beragam, di antaranya:
1. Bobot yang Lebih Ringan
Biasanya, struktur rumah tidak didesain menahan beban tambahan yang besar. Apabila Anda memaksa penggunaan beton tanpa perhitungan yang matang, maka risikonya tidak hanya retak, melainkan bisa merusak struktur utamanya.
Baja ringan bisa membuat beban jadi lebih kecil ke struktur bawah. Selain itu, baja ringan juga lebih aman untuk rumah existing.
2. Instalasinya Lebih Cepat
Pengerjaan mezzanine baja ringan ternyata lebih cepat ketimbang beton. Sebab, pada pemasangan baja ringan tidak ada proses curing sebagaimana pada cor beton. Jika Anda tidak suka dengan proyek rumah yang berlarut-larut, maka baja ringan bisa jadi solusi terbaik.
3. Lebih Hemat
Jika dilihat sekilas, maka harga mezzanine baja ringan mungkin lebih mahal. Namun, jika dihitung keseluruhan, termasuk tenaga kerja, waktu pengerjaan, dan finishing, maka hasilnya jauh lebih efisien. Total cost lebih murah ketimbang alternatif konvensional.
4. Fleksibel
Banyak orang yang mungkin tidak terpikir bahwa kebutuhan ruang dapat berubah. Saat ini mungkin digunakan untuk ruang kerja, tetapi bisa jadi suatu saat Anda lebih membutuhkan kamar anak. Maka dari itu, pemilihan baja ringan sangat tepat karena dapat dibongkar tanpa merusak struktur utama dan dapat dimodifikasi dengan mudah.
Ide Pemanfaatan Mezzanine yang Relevan

Agar mezzanine tidak tampak monoton, maka Anda bisa mengikuti ide pemanfaatan mezzanine yang lebih up to date. Berikut penjelasannya:
1. Mini Library dan Reading Corner
Jika Anda senang membaca buku dan butuh tempat yang tenang, maka bisa memanfaatkan area mezzanine ini. Di area tersebut, tentunya agak terpisah dengan area lain sehingga fokus Anda bisa lebih tinggi.
2. Work from Home Space
Tren kerja remote menjadi semakin marak akhir-akhir ini sehingga banyak orang yang membutuhkan ruang kerja terpisah. Anda dapat memanfaatkan mezzanine karena area kerja jadi lebih privat serta membuatnya tetap terhubung dengan ruang utama.
3. Kamar Tidur Minimalis
Saat ini, banyak apartemen kecil yang memanfaatkan konstruksi mezzanine baja ringan sebagai kamar tidur minimalis. Jika menggunakan desain yang tepat, maka kamar tidur bisa lebih nyaman dan hemat ruang.
4. Area Santai atau Hobi
Di area ini bisa juga dijadikan sebagai area gaming, studio kecil, atau sekadar tempat nonton. Konsep ini sangat cocok bagi Anda yang membutuhkan escape space di dalam rumah.
Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Mezzanine

Ketika Anda ingin memiliki mezzanine, sebaiknya pikir dua kali sebelum memastikan beberapa hal berikut:
1. Tinggi Plafon
Jika plafon rendah, maka jangan dipaksakan. Sebab, tinggi total minimalnya adalah 4 sampai 5 meter supaya lebih nyaman. Jika terlalu pendek, maka akan membuat ruang bawah jadi sumpek dan ruang bagian atas akan mentok di kepala.
2. Beban dan Struktur
Meskipun menggunakan baja ringan, tetapi tidak boleh dipasang secara serampangan. Tanyakan kepada profesional berapa beban maksimalnya serta cocok digunakan untuk apa. Jangan sampai mezzanine dipakai untuk gudang berat yang akan membuatnya cepat rusak.
3. Pencahayaan dan Sirkulasi Udara
Jangan sampai memasang mezzanine tanpa memikirkan aliran udara serta pencahayaannya. Pastikan untuk menggunakan desain terbuka, memakai warna terang, serta menambahkan ventilasi dan jendela tambahan.
4. Akses Tangga dan Keamanan
Anda bisa mempertimbangkan beberapa jenis tangga seperti tangga lipat, spiral, ataupun lurus. Pastikan tangga yang dipilih sesuai dengan kenyamanan harian. Soal keamanan juga tidak boleh luput dari perhatian. Pastikan permukaan lantainya tidak licin, railing kuat, serta strukturnya stabil.
Penulis menganggap bahwa mezzanine bisa jadi solusi pada ruangan terbatas jika desain yang digunakan sudah tepat. Selain desain, pemasangan yang tepat, kokoh, dan dilakukan oleh profesional juga sangat penting supaya tidak terjadi masalah keamanan yang berarti.
Nah, jika Anda ingin memasang mezzanine baja ringan di area Yogyakarta dan sekitarnya, silahkan hubungi bengkel las Jogja dari Lasjogja.com. Di Lasjogja.com, pengerjaan dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman sehingga hasilnya presisi dan kuat.
Tak hanya melayani pemasangan mezzanine saja, melainkan juga pembuatan garasi dari aluminium. Untuk itu, segera hubungi Lasjogja.com untuk mendapatkan harga pemasangan terbaik. Klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!
