Terdapat satu hal yang pasti akan dialami oleh pemilik rumah sesudah beberapa tahun menempati rumahnya, yakni biaya perawatan yang jauh lebih besar ketimbang biaya awal pembangunan. Mulai dari atap bocor, cat tembok mengelupas, hingga pagar yang berkarat. Maka dari itu, menurut penulis pribadi, pemilihan material pagar stainless steel yang anti karat jadi pilihan cerdas saat akan membangun rumah.
Penulis pernah tinggal di rumah yang menggunakan pagar besi hollow biasa yang dicat hitam doff. Memang awalnya terlihat elegan, tetapi di tahun ketiga justru muncul titik-titik karat kecil karena pagar kerap terkena hujan.
Lama-kelamaan justru catnya mengelupas, warnanya menjadi belang, sehingga harus dicat berkala selama beberapa bulan. Tak hanya soal biaya, tenaga, dan waktu pun terkuras karena perawatan yang harus dilakukan secara rutin.
Maka dari itu, penulis mulai paham mengapa banyak orang kemudian memilih pagar stainless steel. Tidak hanya mengikuti tren modern saja, melainkan ada sejumlah alasan logis yang membuat jenis material ini layak dipertimbangkan.
Mengenal Pagar Stainless Steel

Pagar stainless merupakan jenis pagar yang material utamanya adalah stainless steel atau baja tahan karat. Stainless steel sendiri berasal dari campuran beberapa jenis logam seperti nikel, kromium, besi, dan unsur-unsur lain yang membuatnya tahan dari korosi.
Kandungan kromium ini bisa membentuk lapisan pelindung alami sehingga permukaannya tidak gampang berkarat meskipun terpapar oleh udara dan air terus-menerus. Sehingga, material ini sering digunakan pada area dapur, pegangan tangga, industri makanan, hingga fasilitas rumah sakit.
Stainless bukan material baru, tetapi beberapa tahun terakhir ini semakin populer digunakan di rumah berdesain minimalis modern. Sebab, orang-orang suka dengan tampilan yang rapi, bersih, simple, serta tidak ribet dalam hal perawatan.
Penggunaan pagar ini juga cukup mudah karena dilengkapi dengan roda pagar stainless yang memudahkan pergerakannya.
Jenis Stainless Steel yang Kerap Dipakai pada Pagar
Memasang pagar stainless ternyata tidak boleh serampangan. Anda juga harus tau apa saja jenis stainless sehingga cocok untuk penggunaan yang sesuai di pagar minimalis rumah Anda. Semua stainless juga tidak memiliki kualitas yang sama. Setidaknya, ada dua jenis stainless yang umum dipakai, di antaranya:
1. Stainless Steel 201

Jenis stainless yang satu ini dibanderol dengan harga yang terjangkau dan terjangkau untuk penggunaan di rumah tinggal. Secara look, jenis ini memiliki tampilan luar yang mengkilap. Akan tetapi, ketahanan terhadap karatnya masih kalah dari tipe premium.
Jenis ini masih aman dipakai pada area yang tidak terlampau ekstrem. Dengan perawatan yang baik, tipe 201 ini juga sangat layak dipilih untuk menekan budget.
2. Stainless Steel 304

Tipe 304 ini sering disebut dengan kelas premium. Hal ini dikarenakan ketahanan terhadap karat yang lebih tinggi. Kandungan nikel di dalam tipe ini memang lebih banyak sehingga cocok untuk area dekat pantai, daerah lembab, dan daerah yang kerap terkena hujan.
Sesuai dengan kualitasnya, harga pagar stainless steel 304 ini juga lebih tinggi. Nah, ini sangat cocok untuk penggunaan jangka panjang tanpa drama karat.
Kelebihan dan Kekurangan Pagar Stainless Steel

Alasan banyak orang memilih pagar stainless di antaranya:
- Anti karat dan tahan lama. Di negara tropis seperti Indonesia, tentunya cuaca ekstrem seperti panas, hujan, dan kelembaban tinggi akan membuat pagar cepat mengalami korosi. Nah, pagar stainless justru memberikan solusi yang baik karena tahan terhadap kondisi tersebut.
- Minim perawatan. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berkali-kali mengecat pagar karena warna aslinya hilang jika menggunakan pagar stainless steel.
- Tampilan yang elegan dan modern. Ini jadi alasan mengapa rumah minimalis modern menggunakan stainless steel karena tampilannya yang terkesan futuristik, bersih, dan rapi.
Di balik kelebihannya, tentu kekurangan pagar stainless steel juga cukup beragam, seperti:
- Harga awal yang lebih mahal. Biaya pembuatan pagar stainless steel memang lebih tinggi dari pagar besi biasa. Terlebih jika Anda memilih tipe 304 yang ketebalannya bagus.
- Terlihat terlalu dingin. Material ini juga dianggap terlalu kaku, industrial, dan kurang hangat untuk rumah keluarga. Sehingga, Anda butuh kombinasi dari material lain agar tampilannya seimbang.
- Bisa kusam. Meskipun bersifat anti karat, stainless steel termasuk bahan yang bisa kusam apabila terus-menerus terkena hujan asam, debu, dan cipratan garam. Maka dari itu, Anda tetap harus membersihkannya secara teratur.
Tips Memilih Pagar Stainless Steel yang Bagus

Jangan asal memilih pagar stainless jika Anda tidak ingin kecewa. Ikuti panduan pemilihannya terlebih dahulu supaya hasilnya sesuai dengan ekspektasi:
- Pilihlah ketebalan yang tepat. Jangan tergiur oleh harga yang murah. Bisa saja bahannya terlihat bagus di foto, padahal materialnya tipis dan ringkih ketika disentuh. Sehingga mudah goyah dan penyok.
- Tanyakan pada vendor jenis stainless yang dijual. Anda juga harus memastikan tipe stainless yang dibeli, apakah tipe 201 atau 304.
- Perhatikan sistem las dan finishingnya. Meskipun pagarnya mahal, jika finishingnya jelek akan membuat tampilannya jadi tampak murah. Pastikan Anda mengecek permukaannya halus atau kasar, sambungan lasnya rapi atau tidak, serta ada bekas gosong las atau tidak.
Pagar stainless bisa jadi pilihan yang oke untuk gaya hidup modern. Namun, pastikan juga memilih jasa pemasangan yang profesional dan terpercaya. Salah satunya di jasa pembuatan pagar Jogja dari Lasjogja.com.
Di sini, Anda bisa mendapatkan layanan pemasangan pagar dengan kualitas las dan sambungan yang presisi. Pengerjaan dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman. Sehingga, hasilnya benar-benar sempurna dan kuat.
Nah, untuk bisa mendapatkan layanan dari Las Jogja, silahkan segera konsultasikan kebutuhan Anda melalui ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!
